Kostum Unik dari Plastik

Kegiatan jalan sehat bertemakan perjuangan, yang baru tadi pagi dilaksanakan di Mukrida School menyisakan catatan menarik. Menurut Kepala Sekolah Mukrida School, biasa disapa pak Nur, yang menjadikan kegiatan jalan sehat ini menarik adalah pemilihan kostum atau pakaian yang bertemakan pahlawan. Mereka lucu dan mengemaskan. Ada yang memakai pakaian layaknya seorang Gerilyawan yang akan berperang, ada juga yang memakai seragam TNI, seragam dokter dan perawat, serta ada pula yang memakai pakaian adat.

Kostum siswa inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang rela menyempatkan waktunya hanya sekadar melihat siswa siswi berjalan kaki menelusuri jalan seputar wilayah Barengkrajan. Mata para penonton dadakan di pinggir jalan tertuju pada seragam mereka yang beraneka ragam. Sambil senyum para ibu-ibu pun menyapa dan menyemangati siswa untuk semangat berjalan sampai finish.

Keragaman kostum peserta ternyata dinilai oleh Panitia, dan diakhir acara diumumkan pemenang kostum terbaik adalah kostum pahlawan Pangeran Diponegoro dan 2 kostum perjuangan lainnya. Ketiga kostum ini dinilai oleh panitia yang terbaik mewakili yang lain karena sesuai dengan tema perjuangan.

Ada salah satu kostum yang menarik perhatian selama kegiatan ini berlangsung. Adalah satu stel pakaian unik yang Dipakai oleh Ananda Tifaliyah, kelas 3 Al-Mu’min. Pakaian yang terbuat dari bahan bekas pembungkus sabun cuci diterjen Rinso dan sejenisnya. Didesain dengan cantik mirip kebaya dan dijahit sangat rapih. 

Menurut ibunda dari Tifaliyah, ibu Siti Masrinah, kostum yang ia jahit sendiri memakai mesin jahit dan diberi nama kostum Kartini. Satu stel pakaian unik Ini menghabiskan 27 bungkus plastik bekas sabun Rinso dan sejenisnya. Untuk roknya dijahit selama 1 jam di hari sabtu. Sedangkan Baju atasannya dijahit selama 4 jam di hari ahad. Hal ini dilakukan karena saat ini Ibunda dan Tifaliyah mulai kebingungan mencari kostum perjuangan, selain itu juga karena Ia merasa sudah bosan menyewa jenis kostum apa pun di tempat penyewaan, sehingga muncul ide untuk membuat sendiri kostum unik yang terbuat dari bahan bekas.

Ya, unique is the best…ide muncul di saat keadaan yang menjemukan dan membosankan. Di saat itu pula kreatifitas menghasilkan sesuatu yang unik dan berharga. Semoga ide-ide kreatifitas selalu muncul di SD Muhammadiyah 2 Krian. “Jika saya jadi juri di acara Lomba Peragaan Busana Kreatif, maka saya memilih kostum unik ini menjadi juara” jelas pak Nur sambil bercanda menunjuk ke kostum Tifaliyah.

Post Author: admin