English Day in Mukrida

Guru sedang memberikan vocabulary di depan siswa-siswi

Bahasa inggris merupakan bahasa Internasional yang artinya dipakai oleh hampir di seluruh Negara di dunia. Bahasa Inggris juga telah menjadi salah satu alat komunikasi umum jika kita berada di Negara lain sebagai turis, pelajar atau yang lainnya. Tidak hanya di luar negeri ternyata di negeri kita sendiri Indonesia kita tercinta bahasa inggris telah membooming baik di kalangan pelajar, pengajar atau bahkan pengusaha. Bahkan bahasa Inggris juga telah masuk kedalam mata pelajaran ujian nasional untuk jenjang smp dan sma. Adapun di perguruan tinggi yang mana mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti ujian TOEFL sebagai syarat pengajuan ujian skripsi.

Kemudian adapula di beberapa sekolah unggulan baik SMP ataupun SMA telah digalakkan program SBI (Sekolah Berbasis Internasional) yang artinya di dalamnya menggunakan bahasa internasional yaitu bahasa Inggris. Tentunya hal ini di peruntukkan penambahan soft skill pada peserta didiknya. Namun sangat di sayangkan semua program di atas tidak berlaku untuk siswa setingkat sekolah dasar. Padahal anak-anak ini nantinya akan mengalami ujian bahasa inggris di tingkat smp dan sma kemudian, apakah mereka dapat mengejar ketertinggalan bahasa Inggris mereka jika di sekolah dasar bahasa Inggris hanya menjadi muatan local. Menanggapi keterpurukan tersebut kami selaku guru bahasa merumuskan sebuah program dimana para peserta didik dapat tetap mengatasi ketertinggalannya. Program tersebut adalah kegiatan hari berbahasa Inggris atau yang sering kita sebut dengan program multilingual.

Apa
itu program multilingual? Mungkin bagi seseorang yang belum pernah mendengar
kata tersebut terasa aneh di telinga. Multi artinya banyak sedangkan lingual
artinya bahasa jadi multilingual adalah banyak bahasa. Dalam hal ini bahasa
yang biasa digunakan adalah bahasa Inggris dan bahasa Arab. Seperti halnya di
sekolah kita tercinta SD MUHAMMADIYAH 2 KRIAN, program multilingual seyogyanya
sudah lama di rencanakan sebagai salah satu program unggulan. Namun, karena ada
satu dan dua kendala program ini hanya berjalan di tempat bahkan terancam puna.
Akan tetapi, pada tahun ke-4 ini ada sedikit angin segar karena program ini
telah di perbaharui dan di segarkan kembali dengan nama “English Day”. Sehingga
di harapkan program ini dapat berjalan sesuai rencana atau bahkan melampaui
target.

Program
English Day telah dimulai sejak awal bulan September 2018. Meskipun baru
sebulan lamanya tapi hampir telah terlihat cikal bakal ahli bahasa di sekolah
ini. Program English Day di jadwalkan setiap hari senin dan rabu. Adapun visi
dari program ini adalah “mencetak siswa
siswi ahli bahasa”
dan misinya adalah “menumbuhkan
sikap cinta berbahasa”.
Sesuai dengan visi dan misinya maka kami membuat
modul sederhana yang berisikan macam-macam kata mulai dari; kata benda, kata
kerja, kata sifat, dan beberapa macam pertanyaan. Adapun, untuk menunjang
keaktifan siswa kami membuat dalam bentuk percakapan sederhana yang kami buat
sesuai dengan kata atau kalimat yang telah di pelajari di awal. Dalam
penyampaian program English Day kami berkolaborasi dengan guru kelas yang mana
merekalah yang berperan aktif sebagai pengajar. Dengan kata lain guru kelas
sangat berperan penting dalam penyampaian materi, pengulangan materi ataupun
untuk pendalaman materi. Sudah pasti keberhasilan program bahasa ini ada di
tangan guru kelas. Sedangkan, guru bahasa hanyalah sebagai pennaggung jawab dan
monitoring pelaksanaan program.

Berbicara
tentang penyampaian materi oleh guru kelas, setiap harinya guru bahasa
memberikan materi bahasa melalui cellular. Kemudian guru bahasa memberikan
contoh penyampaian materi dalam bentuk video. Guru bahasa juga melakukan
monitoring pada setiap kelas untuk memastikan materi tersampaikan dengan baik. Untuk
mengetahui perkembangan siswa secara berkala guru bahasa dapat melakukan Tanya jawab
sederhana atau dengan dialog saat bertatap muka atau ketika menyapa siswa di
pagi hari. Kemudian, kapankah penyampaian materi dapat dilakukan jika tidak di
jadwalkan di sekolah? Pada program English Day memang tidak memiliki waktu yang
paten sehingga  penyampaian materi tidak
terpaku waktu baik dilakukan pada pagi ataupun siang hari sesuai dengan waktu
istirahat setiap kelas. Dalam penyampaian materi di harapkan pula guru kelas
dapat berinovasi dengan kata-kata atau kalimat lain tentunya yang sudah pernah
di pelajari agar tidak terpaku hanya pada materi tersebut.

Demikianlah
sedikit penjelasan tentang program English Day di SD MUHAMMADIYAH 2 KRIAN.
Semoga dengan digalakkan program ini membantu dalam memajukan kredibilitas
sekolah dan memberi potensi lebih kepada siswa siswinya.


Post Author: Uswatun