Belajar Tahsinul Qur’an karena Allah

Kegiatan ngaji bagi ibu-ibu menjadi trend saat ini. Majelis taklim menjamur di mana-mana dengan program belajar ngaji maupun program yang berkaitan dengan kegiatan sosial. Umumnya majelis taklim memiliki agenda kajian keislaman, tahlilan, ngaji bersama, belajar ngaji atau bakti sosial.

Berbeda dengan majelis taklim lainnya, perkumpulan pengajian humaira SD Muhammadiyah 2 Krian, meski diisi oleh ibu-ibu, mereka bukanlah ibu rumah tangga biasa. Ibu-ibu yang terkumpul dalam pengajian humaira ini adalah para ibu wali murid atau orang tua siswa yang memiliki semangat untuk belajar dan menambah wawasan keagamaan.

Bermula dari perkumpulan paguyuban kelas lalu berlanjut menjadi perkumpulan pengajian wali murid. Uniknya perkumpulan ini terbentuk melalui media sosial whatsapp. Nama humaira dipilih untuk mewakili ciri khas ibu-ibu yang suka kemerah-merahan dan juga terinspirasi dari julukan istri Nabi yaitu Aisyah R.A.

Banyak program rutin yang sudah dilaksanakan oleh kelompok pengajian humaira. Salah satunya adalah Tahsinul Qur’an atau memperbaiki bacaan Qur’an. Biasanya setiap bulan mereka melaksanakan kegiatan tahsin qur’an dengan mengundang ustadz Misbakhul Munir atau biasa dipanggil ustadz Nanang, direktur Tajdid Center. Namun, sejak tahun lalu agak vakum karena kesibukan beliau dalam memasyarakatkan metode tajdid.

Hal ini tidak membuat para ibu-ibu pengajian humaira patah semangat. Mereka berinisiatif menghadirkan ustadz yang bisa berbagi ilmu di pengajian humaira.  Akhirnya pilihan itu tertuju pada bapak Nur Najman Marzuki yang kebetulan adalah kepala sekolah SD Muhammadiyah 2 Krian.

“Alhamdulillah, kami bisa mengundang pak Nur untuk mengisi tahsinul qur’an kali ini”, kata ketua humaira ustadzah Rina sebelum tahsin dimulai.

Di awal pembelajarannya, pak Nur memberikan penjelasan mengenai perlunya mengetahui rukun membaca al-Qur’an. Dalam penjelasannya ia menyebutkan bahwa di dalam membaca al-quran kita harus Memperhatikan rukunnya, yaitu membaca al-qur’an harus sesuai tata bahasa Arab, harus sesuai dengan al-qur’an tulisan rasm utsmani, dan yang terakhir bacaan kita harus tersambung benar sanadnya kepada Rasulullah SAW.

“Setelah kita mengetahui dan mengikuti rukunnya maka selanjutnya adalah mulai belajar mengenai makharijul khuruf, kemudian belajar itmamul harokah, dan juga perlu belajar membedakan huruf tebal dan tipis. Jika ketiganya sdh dikuasai barulah kemudian mempelajari yang lain”, tambahnya.

Ternyata waktu tidak terlalu bisa diajak kompromi, semangat ibu-ibu yang hadir hari ini harus dihentikan oleh waktu magrib yang semakin mendekat. Akhirnya Kegiatan tahsinul qur’an ditutup tepat pukul 17.15 WIB. Anggota pengajian yang hadir menginginkan kegiatan ini diadakan lagi di hari sabtu depan, apalagi materinya baru dimulai dan masih jauh dari kata selesai. Selain itu,  mereka berharap semoga ibu-ibu wali murid yang lain juga bisa hadir belajar gaji tanpa harus malu, karena sesungguhnya belajar tahsin qur’an itu semata-mata karena Allah SWT. 

Post Author: admin